Kajian Pemanfaatan Air Embung Untuk Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto

QOIRUR ROZIKIN, QOIRUR ROZIKIN (2019) Kajian Pemanfaatan Air Embung Untuk Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Bachelor thesis, UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO.

[img] Text
Qoirur Rozikin.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
JURNAL ROZIK.pdf

Download (847kB)

Abstract

ABSTRAK Rozikin, Qoirur, 2018. Kajian Pemanfaatan Air Embung Untuk Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Tugas Akhir, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit (UNIM). Pembimbing I : Diah Sarasanty, ST. MT Pembimbing II : Erna Tri Asmorowati, ST. MT Air merupakan sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Seiring jumlah pertumbuhan manusia yang bertambah, maka kebutuhan akan air otomatis semakin meningkat, sedangkan di bumi ini persediaan air adalah tetap. Melihat hal tersebut pada daerah kering dengan curah hujan yang relatif rendah sering terjadi permasalahan kekurangan air, terutama pada musim kemarau. Salah satunya yaitu Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu desa yang sering terjadi kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Menampung air hujan dengan embung adalah salah satu alternatif yang cukup baik dalam mengatasi hal tersebut. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan air baku, dengan menganalisis data sekunder berupa data jumlah penduduk dan data curah hujan. Analisis dimulai dengan menghitung debit inflow yang masuk embung. Kemudian, analisis kebutuhan air baku di peroleh dengan cara menghitung proyeksi jumlah penduduk dan fasilitas-fasilitas umum yang ada. Serta analisis perhitungan water balance. Selain itu dilakukan perhitungan dimensi sistem saringan pasir lambat. Dari hasil analisa yang dilakukan didapat debit inflow terbesar pada bulan Desember 0,017 m 3 /detik dan pada pertengahan bulan Mei sampai awal bulan Nopember tidak ada debit inflow, kebutuhan air baku pada tahun 2027 sebesar 0,005 m 3 /detik. Menurut hasil tersebut water balance pada embung Desa Pucuk masih belum seimbang. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air baku, dimensi sistem saringan pasir lambat adalah lebar 7m, panjang 14 m dan kedalaman 2,5 m. Dengan hasil tersebut dapat memberikan solusi dengan menambah volume tampungan embung dan sebagai bahan rekomendasi agar kebutuhan air bersih penduduk di Desa Pucuk dapat tersedia dengan baik. Kata kunci : Air Embung, Water Balance, Saringan Pasir Lambat

Item Type: Skripsi/Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Air Embung, Water Balance, Saringan Pasir Lambat
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Civil Engineering
Depositing User: Perpus Unim
Date Deposited: 04 Mar 2019 01:49
Last Modified: 04 Apr 2019 03:03
URI: http://repository.unim.ac.id/id/eprint/157

Actions (login required)

View Item View Item