STRATEGI PENGENDALIAN REVERSE LOGISTICS MELALUI RETURN OBAT DENGAN METODE FISHBONE

FIRMANSYAH AINUN NAJIB, FIRMANSYAH AINUN NAJIB (2019) STRATEGI PENGENDALIAN REVERSE LOGISTICS MELALUI RETURN OBAT DENGAN METODE FISHBONE. Bachelor thesis, UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (82kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (261kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (68kB)

Abstract

ABSTRAK Najib, Firmansyah Ainun. 2018. Strategi Pengendalian Reverse Logistics Melalui Return Obat Dengan Metode Fishbone. Skripsi/tugas akhir, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit. Pembimbing I: Pipit Sari Puspitorini, ST., MT. Pembimbing II: M. Muslimin, ST., MT. Reverse logistic merupakan bagian dari logistik yang mempunyai peran sebagai proses perencanaan, implementasi dan pengendalian, aliran barang yang efektif, dan informasi yang terkait dari titik konsumsi kembali ke titik asal. Hal ini menjadi suatu landasan untuk mengelola usaha dan proses retail dengan baik. Peneliti melakukan identifikasi faktor yang memengaruhi strategi reverse logistics Apotek Jagung Suprapto dalam pelaksanaan yang dilakukan melalui kegiatan return obat dan juga mencari supplier obat-obatan dengan harga yang lebih murah. Peneliti menggunakan diagram Fishbone Ishikawa sebagai metode penyelesaian masalah alur reverse logistics di Apotek Jagung Suprapto. Diagram Fishbone membantu untuk menemukan sumber permasalahan yang terjadi dalam reverse logistics. Sebelum dilakukan identifikasi terhadap reverse logistics, Apotek Jagung Suprapto hanya menyadari satu permasalahan yaitu tingkat retur obat yang tinggi. Dengan mengidentifikasi kriteria tersebut, peneliti melihat permasalahan yang terjadi dalam product return completeness, product return intelligence, network optimization, dan management accounting. Hal tersebut menunjukkan keadaan alur revese logistics di Apotek yang belum berjalan dengan baik. Dari hasil penelitian ini disimpulkan lima permasalahan yang terjadi dalam alur reverse logistics yaitu product return completeness, product return intelligence, network optimization, management accounting, dan tingkat retur obat yang tinggi. Melalui analisis diagram Fishbone, peneliti menemukan strategi dari lima permasalahan yang muncul dengan kriteria diagram Fishbone yaitu product, process, price dan people. Peneliti juga mencari perbandingan kegiatan reverse logistics yang dilakukan Apotek melalui supplier pabrik dan distributor, hasil dari perbandingan tersebut maka pihak Apotek lebih memilih dengan distributor karena biaya yang lebih murah waktu estimasi lebih cepat. Kata kunci: Reverse Logistics, Return, Diagram Fishbone

Item Type: Skripsi/Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: ABSTRAK Najib, Firmansyah Ainun. 2018. Strategi Pengendalian Reverse Logistics Melalui Return Obat Dengan Metode Fishbone. Skripsi/tugas akhir, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit. Pembimbing I: Pipit Sari Puspitorini, ST., MT. Pembimbing II: M. Muslimin, ST., MT. Reverse logistic merupakan bagian dari logistik yang mempunyai peran sebagai proses perencanaan, implementasi dan pengendalian, aliran barang yang efektif, dan informasi yang terkait dari titik konsumsi kembali ke titik asal. Hal ini menjadi suatu landasan untuk mengelola usaha dan proses retail dengan baik. Peneliti melakukan identifikasi faktor yang memengaruhi strategi reverse logistics Apotek Jagung Suprapto dalam pelaksanaan yang dilakukan melalui kegiatan return obat dan juga mencari supplier obat-obatan dengan harga yang lebih murah. Peneliti menggunakan diagram Fishbone Ishikawa sebagai metode penyelesaian masalah alur reverse logistics di Apotek Jagung Suprapto. Diagram Fishbone membantu untuk menemukan sumber permasalahan yang terjadi dalam reverse logistics. Sebelum dilakukan identifikasi terhadap reverse logistics, Apotek Jagung Suprapto hanya menyadari satu permasalahan yaitu tingkat retur obat yang tinggi. Dengan mengidentifikasi kriteria tersebut, peneliti melihat permasalahan yang terjadi dalam product return completeness, product return intelligence, network optimization, dan management accounting. Hal tersebut menunjukkan keadaan alur revese logistics di Apotek yang belum berjalan dengan baik. Dari hasil penelitian ini disimpulkan lima permasalahan yang terjadi dalam alur reverse logistics yaitu product return completeness, product return intelligence, network optimization, management accounting, dan tingkat retur obat yang tinggi. Melalui analisis diagram Fishbone, peneliti menemukan strategi dari lima permasalahan yang muncul dengan kriteria diagram Fishbone yaitu product, process, price dan people. Peneliti juga mencari perbandingan kegiatan reverse logistics yang dilakukan Apotek melalui supplier pabrik dan distributor, hasil dari perbandingan tersebut maka pihak Apotek lebih memilih dengan distributor karena biaya yang lebih murah waktu estimasi lebih cepat. Kata kunci: Reverse Logistics, Return, Diagram Fishbone
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering
Depositing User: Perpus Unim
Date Deposited: 04 Mar 2019 02:47
Last Modified: 04 Apr 2019 02:55
URI: http://repository.unim.ac.id/id/eprint/167

Actions (login required)

View Item View Item