Hardiyanti, Ade irma, 52203050006 and <font dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><font dir="aut, <font dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><font dir="aut and <font dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><font dir="aut, <font dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><font dir="aut (2026) Etnorafi komunikasi mitos kegagalan pernikahan dicandi bajangratu. Bachelor thesis, Universitas islam majapahit.
This is the latest version of this item.
|
Text
abstrakk.pdf Restricted to Registered users only Download (607kB) |
||
|
Text
bab 1 s.pdf Download (44kB) | Preview |
|
|
Text
bab 2 s.pdf Restricted to Registered users only Download (130kB) |
||
|
Text
bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (87kB) |
||
|
Text
bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (746kB) |
||
|
Text
bab 5.pdf Download (20kB) | Preview |
|
|
Text
LAMPIRAN TERBARU.pdf Restricted to Registered users only Download (462kB) |
Abstract
Mitos kegagalan pernikahan di Candi Bajangratu merupakan salah satu kepercayaan yang berkembang dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar Candi Bajangratu, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai cerita rakyat yang tidak memiliki dasar sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi dalam penyebaran dan pewarisan mitos kegagalan pernikahan di Candi Bajangratu melalui pendekatan etnografi komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas juru pelihara Candi Bajangratu, masyarakat sekitar, pengunjung, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis komunikasi dilakukan menggunakan komponen SPEAKING dari Dell Hymes yang meliputi Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, dan Genre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos kegagalan pernikahan di Candi Bajangratu masih bertahan karena diwariskan melalui komunikasi lisan antargenerasi dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Berdasarkan analisis komponen SPEAKING, komunikasi mengenai mitos berlangsung di lingkungan Candi Bajangratu dan masyarakat sekitar, melibatkan juru pelihara, masyarakat, pengunjung, serta instansi terkait. Tujuan penyampaian mitos tidak hanya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, tetapi juga sebagai nasihat budaya dan pelestarian tradisi lokal. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara informan mengenai kebenaran mitos tersebut, proses komunikasi yang berlangsung menunjukkan bahwa mitos tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Trowulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mitos kegagalan pernikahan di Candi Bajangratu merupakan fenomena komunikasi budaya yang diwariskan melalui tradisi lisan dan dipertahankan melalui interaksi sosial masyarakat. Keberadaan mitos tersebut mencerminkan hubungan antara komunikasi, budaya, dan kepercayaan dalam kehidupan masyarakat serta menunjukkan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan komunikasi.
| Item Type: | Skripsi/Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | 0 Majapahit Islamic University Subject Areas > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Communication Sciences |
| Depositing User: | Ade Irma Hardiyanti |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:17 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:17 |
| URI: | http://repository.unim.ac.id/id/eprint/6669 |
Available Versions of this Item
- Etnorafi komunikasi mitos kegagalan pernikahan dicandi bajangratu. (deposited 24 Aug 2026 02:17) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
