PENGALAMAN GURU PAI DALAM MENEGOSIASI NILAI�NILAI PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP BUDAYA SOUND HOREG : STUDI NARATIF DI SMPN 2 PURI

Puspitasari, Dhita Ayu, 52205120011 and Yaqin, Ainul, 0706017402 and Syaikhu, Rozi, 0716018307 (2026) PENGALAMAN GURU PAI DALAM MENEGOSIASI NILAI�NILAI PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP BUDAYA SOUND HOREG : STUDI NARATIF DI SMPN 2 PURI. Bachelor thesis, Universitas Islam Majapahit.

[img] Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (269kB) | Preview
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (505kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (281kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[img]
Preview
Text
BAB 5.pdf

Download (307kB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (709kB)

Abstract

Perkembangan budaya populer di kalangan remaja menghadirkan fenomena Sound Horeg yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar SMPN 2 Puri, Mojokerto. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, karena siswa tidak hidup dalam ruang sosial yang steril dari pengaruh budaya luar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena budaya sound horeg di kalangan siswa, menganalisis makna budaya tersebut dalam pandangan guru PAI, serta mendeskripsikan pengalaman guru PAI dalam menegosiasikan nilai-nilai pendidikan Islam terhadap budaya sound horeg di SMPN 2 Puri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian naratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap guru PAI dan lima siswa, observasi, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan member check. Penelitian ini menggunakan Identity Negotiation Theory dari Stella Ting-Toomey dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sound horeg merupakan fenomena budaya yang diminati sebagian besar siswa, dengan keterlibatan sebagai dancer yang dilatarbelakangi motivasi beragam, mulai dari ajakan hingga ketertarikan pribadi. Siswa secara konsisten menyadari adanya pertentangan antara budaya tersebut dengan nilai-nilai PAI, namun kesadaran ini tidak selalu diikuti perubahan sikap. Guru PAI memaknai sound horeg secara berlapis dan proporsional berdasarkan asas manfaat-mudarat, bukan sebagai budaya yang harus ditolak total. Pengalaman guru PAI dalam menegosiasikan nilai diwujudkan melalui tiga strategi yang saling melengkapi: pendekatan personal kepada siswa yang terlibat, pembiasaan melalui program keagamaan rutin (DISAPA SPENDAPU), dan komunikasi dengan orang tua siswa. Namun demikian, hasil dari ketiga strategi tersebut bervariasi pada siswa mulai dari ketidaktahuan, penerimaan tanpa perubahan perilaku, hingga penolakan penuh, yang dipengaruhi oleh proses negosiasi identitas siswa serta dukungan atau tidaknya lingkungan keluarga dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi nilai pendidikan Islam terhadap budaya populer bukan proses transmisi satu arah, melainkan proses dialogis yang hasilnya ditentukan bersama oleh kemampuan siswa menegosiasikan identitasnya, ranah sosial yang melingkupinya, serta peran guru PAI sebagai fasilitator yang menimbang budaya secara proporsional. Kata kunci: Negosiasi Nilai, Budaya Sound Horeg, Pengalaman Guru.

Item Type: Skripsi/Thesis (Bachelor)
Subjects: 0 Majapahit Islamic University Subject Areas > Fakultas Agama Islam > Pendidikan Agama Islam
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Islam Religion Education
Depositing User: Puspitasar Dhita Ayu
Date Deposited: 27 Aug 2026 01:52
Last Modified: 27 Aug 2026 01:52
URI: http://repository.unim.ac.id/id/eprint/6749

Actions (login required)

View Item View Item