putricia, meiriska, 52203050013 and Lailin, Moch. Ichdah A.H, 0708087102 and Dewi, Ratnaningrum Zusyana, 0726116802 (2026) HIBRIDISASI BUDAYA PACU JALUR MELALUI MUSIK VIRAL “YOUNG BLACK & RICH” DI TIKTOK. Bachelor thesis, Universitas Islam Majapahit.
This is the latest version of this item.
|
Text
ABSTRAK.pdf Restricted to Registered users only Download (586kB) |
||
|
Text
BAB 1.pdf Download (260kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (321kB) |
||
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (269kB) |
||
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
|
Text
BAB 5.pdf Download (259kB) | Preview |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena hibridisasi budaya di era digital melalui tren kolaboratif tradisi Pacu Jalur asal Kuantan Singingi, Riau, dengan lagu hip-hop Barat “Young Black & Rich” milik Melly Mike di platform TikTok. Fokus utamanya adalah menganalisis praktik pemaknaan (sense-making practices) audiens global dan lokal terhadap percampuran budaya tersebut. Penelitian ini menerapkan metode Analisis Tekstual Alan McKee. Data diklasifikasikan ke dalam tiga unit observasi tanda: Unit Visual, Unit Auditoris, dan Unit Linguistik. Kerangka teoretis bersandar pada Teori Budaya Populer dan Globalisasi Media dari John Storey. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital non-partisipan terhadap 10 video sampel pada halaman audio page resmi TikTok. Hasil penelitian menunjukkan hibridisasi budaya memicu praktik pemaknaan baru melalui pelekatan istilah gaul internet yang sudah ada. Audiens menyematkan label “aura farming” untuk mengategorikan karisma visual penari cilik di ujung perahu. Penari tersebut dipahami sebagai tokoh ikonik lewat identitas pop baru sebagai “boatkid” (bocah perahu), sementara istilah “boatrace” (balap perahu) digunakan sebagai bentuk pemahaman audiens global dalam mengonsumsi kegiatan tradisi Pacu Jalur. Selain itu, visual tradisi sakral Pacu Jalur mengalami pergeseran fungsi menjadi materi mentah digital (repertoire) yang dikomodifikasi oleh kreator dan brand global demi kepentingan viralitas komersial. Kolom komentar menjelma sebagai medan pertarungan makna (site of struggle) yang tidak hanya mempertemukan klaim asing dan resistensi lokal, melainkan juga memicu otokritik terhadap birokrasi diplomasi budaya pemerintah serta polemik regulasi royalti musik nasional. Algoritma platform terbukti menggerakkan arus deteritorialisasi ruang adat dan memicu lompatan distribusi budaya (direct glocalization) di ruang siber.
| Item Type: | Skripsi/Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | 0 Majapahit Islamic University Subject Areas > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Communication Sciences |
| Depositing User: | Putricia Meiriska Krisnanda |
| Date Deposited: | 23 Aug 2026 10:35 |
| Last Modified: | 23 Aug 2026 10:35 |
| URI: | http://repository.unim.ac.id/id/eprint/6620 |
Available Versions of this Item
- HIBRIDISASI BUDAYA PACU JALUR MELALUI MUSIK VIRAL “YOUNG BLACK & RICH” DI TIKTOK. (deposited 23 Aug 2026 10:35) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
